Beranda

  • Beranda

Zuhra Asra | Lovid this life

    • Home
    • Traveling
    • Lifestyle
    • Culinary
    • Health
    • Kuah Pliek U
    • Review


    Mendaki identik dengan aktivitas ekstrem yang membutuhkan keberanian, tenaga ekstra, dan perbekalan lengkap. Namun, konsep ini tidak berlaku bagi pendaki tebing menuju teluk Jantang di Desa Jantang Meunasah Krueng Kala Pasie, Lhoong, Aceh Besar. Hanya butuh waktu 10 menit, kita bisa mencapai puncak tebing dan menikmati bentangan laut biru yang indah.

    Teluk Jantang merupakan salah satu pantai yang terdapat di kawasan pasi Blang Raya. Pantai ini dilindungi oleh dua tebing di sisi kiri dan sisi kanan. Di lokasi pantai ini saya menemukan pantai pasir putih membentang dihiasi batu-batu besar yang tersebar di pinggiran tebingnya. Tidak heran kalau banyak pantai tersembunyi yang menyimpan keindahan seperti pantai teluk Jantang ini. Keindahannya seakan menyapa pengunjung untuk menghampiri dan menikmatinya.






    Teluk Jantang memiliki pemandangan memukau yang menyempurnakan keindahan pantainya. Saat ini, belum banyak orang tahu tentang pantai ini. Lokasinya yang tersembunyi membuat jarak pandang pengunjung sulit menerka suasana alam di balik tebing. Karena letak pantainya berada di balik tebing, orang-orang pun menyebut teluk Jantang dengan sebutan Hidden Beach, pantai yang tersembunyi.
    Menemukan lokasi ini tidak begitu sulit, jika dari arah Banda Aceh, pengunjung hanya butuh waktu sekitar 1 jam lebih perjalanan menggunakan kendaraan pribadi. Setelah melewati gunung Paro, perhatikanlah bangunan mesjid yang berada disisi kanan jalan. Sebab lorong kecil menuju lokasi teluk Jantang tidak jauh dari mesjid tersebut berada. Pengunjung  semakin dimudahkan dengan keberadaan papan nama bertuliskan SELAMAT DATANG DI OBJEK WISATA TELUK JANTANG,  PASI BLANG RAYA yang tertancap di pinggir jalan masuk utama pasi Blang Raya.

    Jika sudah melihat pantai dan bingung mau belok ke arah mana lagi, jangan segan bertanya kepada warga atau nelayan yang berada disana. Masyarakat disekitar sangat ramah, jadi anda tidak perlu menghabiskan waktu berlama-lama mengintari jalan sampai bensin habis. Mendekati lokasi tujuan, anda harus menepi kendaraan di area parkir yang disediakan oleh pemuda sekitar. Pengunjung akan dikenai 5000 untuk biaya pengawasan kendaraan. Biarpun bermain-main seberang tebing, anda masih tetap bisa liburan dengan nyaman tanpa harus memikirkan keamanan kendaraan.


    Bila sore hari, tenda kecil berwarna biru yang berada dekat lokasi parkir ikut meramaikan objek wisata. Selain menjual minuman dan makanan ringan, disini juga ada bakso goreng. Uniknya saus yang tersedia disini adalah saus hasil rajikan penjual itu sendiri. Katanya saus buatan sendiri lebih terjamin dan lebih aman dikonsumsi, terutama bagi anak-anak dibandingkan saus yang dijual dipasaran, yang tidak jelas bahan baku dan proses pembuatannya. Nah, kalau kesini jangan lupa cicipin bakso goreng plus saus yang satu ini ya. Sayangnya saya tidak mengambil gambar bakso gorengnya, keasyikan makan jadi lupa untuk difoto.

    Keberadaan pohon kelapa dan rumput hijau menambah keindahan pantai.  Bentuk pantainya yang cantik, selalu menarik untuk difoto dari sudut manapun. Hanya saja, pengunjung tidak bisa mandi laut layaknya wisata pantai lainnya. Ada banyak batu kecil dan besar didalam laut sehingga berbahaya jika berenang di kawasan ini, kalaupun ingin mandi pengunjung harus berhati-hati.

    Walaupun tidak bisa mandi dengan bebas, pengunjung dijamin tidak akan menyesal berkunjung kesini. Tebingnya yang unik menarik sekali bila dijadikan objek foto. Dari tebing ini kita bisa melihat pasi (pantai) Blang Raya, tampak gunung dan pohon cemara berjejer sepanjang bibir pantai.  Pemandangannya tidak kalah cantik dengan luar negeri.



    Foto diatas salah satu lokasi favorite saya, dari sini kita bisa melihat aktivitas nelayan yang sedang menarik pukat dan ombak laut saling berkejar-kejaran menghampiri para nelayan.


    Continue Reading
    Bendera Palestina berkibar di atas Puncak Bukit Kuta Malaka

    Gunung, Bukit, Pantai, Tebing, Danau dan Sungai selalu jadi objek incaran bagi para pelancong. Tak terkecuali, sebagai mahasiswa kami pun tak ingin melewatkan kesempatan meluncur ke lokasi ini.  Mumpung masih bisa melakukan 5 perkara sebelum datang 5 perkara lainnya. Yah marilah dimanfaatkan.


    Puncak Kuta Malaka salah satu tempat yang mesti dikunjungi oleh para pelancong, kenapa? karena disini kita bisa menikmati 2 objek wisata sekaligus.




    Tampak barisan gunung dan rumah penduduk dari atas puncak Kuta Malaka
    Puncak Kuta Malaka yang berada di kawasan Samahani, kabupaten Aceh Besar, selain terkenal dengan keindahan air terjun 7 tingkatnya, para pengunjung juga bisa menikmati keindahan gunung Bukit Barisan dari atas bukit Kuta Malaka. Bukit Kuta Malaka letaknya tidak terlalu jauh dari pintu masuk ke air terjun. Para pengunjung hanya perlu melangkah 20 meter kedepan sebelum memasuki pintu masuk air terjun Kuta Malaka.

    Artikel  air terjun Kuta Malaka juga bisa dilihat disini menelusuri-keindahan-alam-yang tersembunyi, Air terjun Kuta Malaka

    Bukitnya memang tidak terlalu tinggi, walau begitu tanjakan bukit ini tidak bisa dianggap sepele. Pengunjung perlu ekstra hati-hati dan harus berpengangan yang kuat ketika hendak mendaki di tanjakan pertama.

    Traveling bareng sahabat
    Saat mulai menanjakkan kaki, kaki ini bisa saja terpeleset ke bawah. Dengan kemiringan 35 derajat, diperlukan pegangan agar memudahkan untuk naik keatas bukit. Syukur ada sisa kehidupan rumput kering, walau hanya  sedikit tapi keberadaan rumput ini cukup membantu dan syukurnya lagi jika ada teman yang siap mengulurkan tangannya.

    Pendakian mulai terasa sulit ketika mendaki bukit Kuta Malaka

    Sesampai diatas bukit hanya ada jalan setapak yang membelah bukit. Berjalan diantara ilalang, lengan tangan ini seakan digoda minta diayun-ayunkan  membelai ilalang. Luar biasa memang pemandangannya, ini baru menjejakkan kaki ke bukit, gimana lagi ya kalau diatas gunung sana?

    Tentu para pendaki kesulitan memilih kata-kata yang tepat untuk mendeskripsikannya. Terutama mereka yang sudah menaklukkan gunung-gunung indah di Indonesia. Diantaranya ada puncak Mahameru, puncak tertinggi di pulau jawa dengan keindahan lautan awan membentang luas seolah tanpa batas, gunung Bromo yang di kenal dengan lautan pasir dan kawahnya yang eksotis, serta puncak Jayawijaya  dengan ketinggiannya mencapai 4.884 meter diatas permukaan laut, gunung ini juga dikabarkan   diselimuti oleh salju. Rasa haru dan puas seakan melebur menjadi satu ikatan emotional yang menghasilkan air mata kebahagian pastinya.


    Melakukan perjalanan bersama teman-teman seperjuangan memang tidak diragukan lagi bakal jadi hal yang menyenangkan. Beginilah tampak pemandangan dari atas bukit Kuta Malaka. Walau ketinggiannya hanya berkisar 600 mdpal, di puncak bukit Kuta Malaka segala keindahan alam dari ketinggian dapat dinikmati oleh mata dan dirasakan oleh hati. Itulah sebagian kecil dari karya tuhan yang maha Pencipta untuk makhluknya di bumi.

    Foto bareng teman-teman seperjuangan


    Continue Reading
    Bermain air bersama teman di tingkatan air terjun ke 5

    Menentukan tempat untuk dijelajahi  memang tidak akan ada habisnya, selalu saja ada tempat wisata untuk dikunjungi. Kali ini saya akan tunjukkan salah satu diantara banyaknya tempat wisata di Aceh. Air Terjun Kuta Malaka, yah itu dia namanya. Lokasi air terjun Kuta Malaka ini berada di kawasan Samahani, kabupaten Aceh Besar.
    Jarak tempuh menuju Air Terjun Kuta Malaka sekitar 45 km dari Banda Aceh. Memasuki kawasan Aceh Besar kita akan di apit pemandangan sawah serta pergunungan dari sisi sebelah kanan dan sisi kiri jalan. Viewnya sangat indah, apalagi disaat musim tanam padi. Bila sudah sampai di samahani perhatikan tugu yang berada di sebelah kanan jalan, karena tugu ini menjadi petunjuk jalan masuk menuju lokasi Air Terjun Kuta Malaka.


    Untuk sampai ke samahani kita masih bisa mengendarakan sepeda motor dengan mulus tanpa rintangan, tapi setelah memasuki jalan menuju ke lokasi barulah kita benar-benar merasakan betul perjuangan yang harus di lewati. Medan area yang menanjak dan berbatu menjadi tantangan bagi siapapun yang melintasinya.
    Kondisi Jalannya masih sangat alami, bertanah liat merah dan berbatuan. Kita pun harus merelakan sepeda motor menjerit kepanasan. Tingkat kewaspadaan pun lebih meningkat. Mesti berhati-hati mengendarakan sepeda motor, sebab kerikil yang runcing dan tancam bisa saja menembus ban serta tanjakan yang curam juga membahayakan jika tidak mengendalikan stang dengan baik.


    Memasuki puncak bukit Kuta Malaka, sudah ada petugas yang berjaga-jaga di sana. Agar bisa menikmati keindahan alam Kuta Malaka, pengunjung hanya perlu mengeluarkan uang Rp 10.000 per orang. setelah itu pengunjung bebas menikmati panorama alam dan kesejukan air terjun sepuasnya.
    Dalam perjalanan sesekali kita akan temui aliran sungai yang mengalir membelah jalan, untuk sampai ke tujuan kita harus menyeberang 4 anak sungai yang terhubung langsung dengan air terjun yang berasal dari puncak. Tentu saja dengan senang hati kaki melangkah menyeberang sungai, bila dimusim kemarau kedalamanyanya hanya diatas tumit kaki orang dewasa, jadi tidak perlu khawatir.



    Tidak jauh sebelum sampai lokasi antara bukit dan air terjun tampak bangunan bercat putih, bentuknya seperti rumah hanya saja bagian belakangnya tidak berdinding. Lahan yang tidak berdinding itu dijadikan penjaga setempat untuk pakir kendaraan para pengunjung. Jarak lokasi air terjun itu sekitar 200 meter dari tempat parkiran, sepanjang jalan pohon-pohon besar hidup di sekitarnya dan akarnya merambat didalam tanah dan ada juntaian akar pohon bergantungan. Keindahan alam yang tersembunyi di balik gugusan bukit barisan kuta malaka ini bertingkat tujuh hingga ke puncak pegunungan. Kedalaman air berkisar 100-200 meter.



    Air terjun dari hulu sungai jrue ini sangat indah, airnya penuh dan terus tumpah ke kolam berikut dibawahnya. Menyenangkan sekali mandi disini, airnya yang dingin dan jernih mengajak kita betah berlama-lama mandi dalam kolam alami seperti ini. Untuk memanjat air terjun ke tingkat selanjutnya, ada jalan setapak di sisi kolam dari sisi kanan dan kiri. Ayo, kamu mau sampai ke tingkat berapa?

    Continue Reading
    Newer
    Stories
    Older
    Stories

    About me

    Tak ada kata terlambat untuk belajar, tak ada kata terlambat untuk berbuat baik, tidak ada kata terlambat untuk berubah

    [ Contact ]
    mynamedora25@gmail.com

    Google Facebook Twitter Instagram

    Popular Posts

    • Waspadai lipstik Bermerek tapi kw dan inilah ciri-cirinya
    • Bercermin dari Metamorfosis Kupu-kupu
    • Sejarah Masjid dan Tongkat Po Teumeureuhom di Pidie
    • Sepiring mie china, kuliner nikmat cuma tujuh ribu
    • Nostalgia Bersama Pelajaran IPA SD

    Arsip Blog

    • ▼  2018 (2)
      • ▼  September 2018 (1)
        • ASIAN GAMES 2018 DI INDONESIA BIKIN BANGGA
      • ►  April 2018 (1)
    • ►  2017 (11)
      • ►  October 2017 (2)
      • ►  September 2017 (1)
      • ►  April 2017 (5)
      • ►  March 2017 (1)
      • ►  February 2017 (1)
      • ►  January 2017 (1)
    • ►  2016 (3)
      • ►  April 2016 (1)
      • ►  January 2016 (2)
    • ►  2015 (30)
      • ►  November 2015 (2)
      • ►  October 2015 (2)
      • ►  September 2015 (4)
      • ►  August 2015 (2)
      • ►  July 2015 (2)
      • ►  June 2015 (1)
      • ►  May 2015 (3)
      • ►  March 2015 (5)
      • ►  February 2015 (3)
      • ►  January 2015 (6)
    • ►  2014 (9)
      • ►  May 2014 (1)
      • ►  April 2014 (8)

    Sahabat Blog

    Member of Agam Inong Blogger

    Member of Blogger Perempuan

    Member of Blogger Perempuan

    Aceh Blogger

    Waktu adalah Ibadah

    facebook Twitter instagram pinterest google plus tumblr

    Created with by BeautyTemplates | Distributed By Gooyaabi Templates

    Back to top