Ini dia 8 Souvenir Aceh yang Mendunia

September 02, 2017

Sering ngak kamu beli souvenir ketika melancong keluar daerah atau luar negeri ? Kata orang kalau bertamasya kurang lengkap bila pulang tanpa membawa oleh-oleh. Satu dua tiga orang mungkin tidak terlalu mementingkan hal-hal begini. Tapi bagi 5,10,20 bahkan ratusan orang hal seperti ini paling dicari dan diburu, apalagi jika orang rumah dan kerabat sudah melayangkan pesan, “Jangan lupa oleh-oleh ya”.
Biasanya souvenir ini berupa ciri khas daerah yang dikunjungi. Nah jika kamu melancong ke Aceh, pilihlah souvenir khas daerah Aceh. Aceh punya banyak pilihan souvenir yang bisa kamu jadikan oleh-oleh atau koleksi pribadi. Diantara banyaknya pilihan pastikan kamu memiliki salah satunya dari 8 jenis souvenir khas Aceh ini. Namanya mungkin tidak asing lagi buat kamu dan souvenir ini kebanyakan sudah berseliweran di luar negeri.
  1. Rencong
Rencong merupakan senjata tradisional Aceh. Bahkan karena begitu masyhurnya, Aceh digelari dengan sebutan “Tanah Rencong”. Rencong melambangkan kebesaran para bangsawan dan keberanian para pejuang serta rakyat Aceh di masa penjajahan Jepang Belanda. Hampir setiap pejuang Aceh, membekali dirinya dengan rencong sebagai alat pertahanan diri.
Sekarang, Rencong tidak lagi digunakan sebagai alat pertahanan diri ataupun senjata. Rencong telah berubah menjadi cinderamata yang dapat ditemukan hampir di semua toko kerajinan khas Aceh. Selain dibuat seperti bentuk aslinya, rencong juga dikombinasikan dengan aspek lain, seperti bros berbentuk rencong sampai hiasan dinding dengan bingkai kaca.

Jika ingin melihat cara pembuatannya, kamu bisa bertandang langsung ke  Kecamatan Suka makmur yakni di Desa Baet Sibreh,  Aceh Besar. Kita akan menemukan orang yang sedang memukul-mukul besi dan mengecor kuningan. Baet Sibreh merupakan sentra pembuat rencong terbesar di Aceh. Di desa itulah sebagian besar penduduknya melakukan pekerjaan sebagai pengrajin rencong. Harganya variasi tergantung ukuran, rencong besar sekitar Rp 150.000, rencong kecil Rp 70.000 sampai Rp 80.000.
  1. Pinto Aceh


Pinto Aceh mulai populer pada tahun 1935, kepopulerannya telah menarik banyak wanita penggemar perhiasan tradisional, baik wanita Aceh maupun orang-orang di luar Aceh. Sampai sekarang  setiap orang luar Aceh yang berkunjung ke negeri ini hampir dapat dipastikan akan membawa pulang salah satu perhiasan yang bermotif Pinto Aceh.
Motif pinto Aceh awalnya hanya berada dalam beberapa jenis seperti tusuk sanggul, gelang, subang, cincin, kalung, peniti, jepitan emas untuk dasi, dan lainnya kini telah berkembang dalam berbagai produk lain seperti kaos, kemeja, kopiah, undangan, meja, kursi, kosen pintu, jilbab, kebaya, bagian bawah celana, berbagai hiasan rumah tangga dan sauvenir khas Aceh lainnya.
Tercetusnya motif “Pinto Aceh” terinspirasi dari bangunan pinto khob, salah satu monumen peninggalan Iskandar Muda yang sekarang menjadi tempat rekreasi yang terletak di tepi sungai (krueng) Daroy.
  1. Songket Aceh


Kerajinan songket Aceh berasal dari Desa Siem di Kecamatan Darussalam, Kabupaten Aceh Besar. Dari Banda Aceh, kamu bisa naik labi-labi (kendaraan umum) atau mobil pribadi dengan jarak tempuh sekitar 14 Km. Tak sekadar untuk pakaian, songket Aceh juga digunakan untuk beragam keperluan lainnya seperti hiasan meja, hiasan dinding, hiasan kupiah meukeutop dan sebagainya. Nyak Mu salah seorang pemilik usaha kain songket desa Siem ini sudah pernah mengikutsertakan karyanya di Bali dan Jakarta bahkan di luar indonesia seperti Malaysia, Singapura dan Srilangka.


selengkapnya baca disini ya >> inilah-8-souvenir-aceh-yang-mendunia

You Might Also Like

0 comments